Menembus Batas Psikologis: Provinsi Lampung Resmi Memasuki Era Kemiskinan Satu Digit 9,66 Persen

BANDAR LAMPUNG – Kamis, 5 Februari 2026, akan dicatat sebagai hari bersejarah dalam kalender pembangunan Provinsi Lampung. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung secara resmi mengumumkan bahwa tingkat kemiskinan di provinsi ini telah berhasil menembus angka satu digit (single digit), sebuah pencapaian yang telah lama dinantikan oleh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat luas. Berdasarkan data hasil survei terbaru, angka kemiskinan per September 2025 tercatat sebesar 9,66 persen, turun 0,34 poin dari periode Maret 2025 yang masih berada di angka 10,00 persen.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmad Riswan Nasution, dalam rilis resmi di Aula BPS Lampung menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan manifestasi dari kondisi makroekonomi yang terus menguat. Penurunan ini tidak terjadi secara instan, melainkan hasil dari pengendalian inflasi yang sangat terjaga. Tercatat, Indeks Harga Konsumen (IHK) Lampung berada di level 108,51. Stabilitas harga ini sangat krusial karena mampu melindungi daya beli kelompok masyarakat rentan dan rumah tangga berpendapatan rendah dari guncangan harga kebutuhan pokok.

Lebih lanjut, Riswan memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan III 2025 yang menyentuh angka 5,04 persen menjadi mesin penggerak utama. Pertumbuhan ini tidak hanya terlihat di atas kertas, tetapi memberikan dampak riil pada penciptaan nilai tambah ekonomi dan pembukaan peluang kerja bagi masyarakat lokal. Sektor konsumsi rumah tangga pun turut bergeliat dengan kenaikan sebesar 4,89 persen, mencerminkan adanya aliran uang yang lebih sehat di tengah masyarakat.

Secara demografis, jumlah penduduk miskin di Lampung kini berada di angka 860,13 ribu orang. Meski angka ini masih tergolong besar, tren penurunan yang konsisten memberikan optimisme baru. BPS menegaskan bahwa ketersediaan data yang akurat akan terus menjadi navigator bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih presisi. Capaian ini menjadi fondasi yang sangat kokoh bagi visi besar “Lampung Maju” dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.