Cegah Lonjakan Kasus 2040, YKI Lampung Masifkan Edukasi Kanker hingga Pelosok

BANDAR LAMPUNG – Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Lampung memberikan perhatian serius terhadap proyeksi global mengenai peningkatan signifikan kasus kanker pada tahun 2040. Sebagai langkah antisipasi yang terstruktur, YKI Lampung kini menggencarkan edukasi kesehatan secara masif, termasuk merambah platform digital populer seperti TikTok dan Instagram. Strategi ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat hingga ke wilayah pelosok agar literasi mengenai risiko kanker dapat tersebar luas secara merata.

Perwakilan dari YKI Lampung, dr. Zamzanariah.

Perwakilan YKI Lampung, dr. Zamzanariah, menyatakan bahwa peningkatan pemahaman masyarakat mengenai tanda dan gejala awal kanker harus menjadi agenda prioritas. Ia menekankan bahwa tantangan besar ini tidak mungkin hanya diselesaikan oleh pemerintah sendirian, melainkan memerlukan keterlibatan aktif dari sektor swasta dan organisasi sosial untuk memperluas akses informasi serta teknologi skrining.

“Tidak semua dapat dibebankan kepada pemerintah. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ujar dr. Zamzanariah saat memaparkan urgensi kolaborasi multipihak dalam menghadapi tantangan kesehatan masa depan.

Direktur Utama PT Sinergi Global Alkesindo, Kanti P Wijiastuti.

Dukungan terhadap gerakan edukasi ini juga diperkuat dengan kehadiran teknologi kecerdasan buatan dari PT Sinergi Global Alkesindo. Teknologi tersebut memungkinkan proses penapisan kanker paru dilakukan dengan tingkat akurasi mencapai 95 persen, sehingga memberikan dasar data yang kuat bagi narasi edukasi publik. Direktur Utama PT Sinergi Global Alkesindo, Kanti P. Wijiastuti, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi internasional seperti low dose CT scan menjadi kunci untuk mendeteksi nodul kecil yang sering terabaikan.

Selaras dengan hal tersebut, Direktur Utama RSUD Abdul Moeloek, dr. Imam Ghazali, menyatakan bahwa penguatan edukasi di pelosok harus dibarengi dengan kesiapan fasilitas rujukan yang mumpuni. RSUD Abdul Moeloek telah menyiapkan jajaran dokter konsultan onkologi yang lengkap untuk melayani masyarakat yang terindikasi risiko kanker sejak dini. Sinergi antara kampanye digital YKI Lampung, teknologi canggih dari sektor swasta, dan kesiapan rumah sakit rujukan diharapkan dapat meminimalisasi risiko lonjakan kasus kanker di masa depan.

(Red/Adv)